Ada yang menarik dari pesan pendek yang dikirim Teh Dewi di Babatan, dan dimuat di rubrik Republik Bobotoh edisi sekarang, begini bunyinya;
Ada sdkt cerita: Sy kerja di bridal, ada tamu yg mau nikah tahun depan, resepsinya di Graha Manggala Siliwangi, tapi gak jadi di situ, soalna sieun Persib. Kumaha atuh? Can nyaho nya bbth ayeuna mah geus balageur, bener teu? Dewi, Babatan.
Bobotoh, rupanya memang masih ada kesan kita biasa bertindak rusuh, sehingga sang calon empunya hajat kuatir, kita ngamuk akibat Persib eleh, dan keriaan agungnya jadi kocar kacir. Anggapan itu rupanya masih nempel di benak beberapa kalangan. Padahal, seperti Teh Dewi katakan, bobotoh sekarang sudah jauh balalageur. Tos teu aya pot tiguling atanapi kaca peupeus di Jalan Asia Afrika.
Lalu mengapa saya menulis hal ini kalau memang ternyata bobotoh sudah jauh lebih santun? Sesungguhnya, saya hanya mengingatkan; karena bangsa kita terkenal pelupa. Jadi, hari ini santun, besok bisa ribut kalau Pangeran Biru kebetulan tidak menang. Padahal Persib adalah sebuah team yang bisa kalah juga dalam satu atau dua pertandingan, bahkan bayangkan saja, team sekelas Chelsea dan Brazil juga pernah menelan pil pahit kekalahan.
Sambutan gegap gempita yang saat ini terlihat, dan keinginan untuk menjadi juara Liga, membuat puluhan ribu bobotoh akan mengalir memadati Stadion Siliwangi, padahal letak stadion yang dibangun dari hasil kencleng prajurit Kodam Siliwangi ini memang benar-benar berada pada area yang padat, dengan alur datang dan pulang bobotoh melewati daerah permukiman dan pertokoan yang merupakan kawasan genting.
Karena itu, menjadi kewajiban kita untuk saling mengingatkan terus menerus secara bersama. Dan perkara mengingatkan ini, jangan lupa, juga termasuk bagi saya sendiri , hahaha. Karena, sami mawon, saya juga kalau sudah ada di stadion mah suka larut dalam kesenangan kalau menang, dan sedih luar biasa kalau Persib kalah. Padahal Liga tinggal sebulan bergulir, jadi ya, kita siap-siaplah. Lebih baik sedia paying sebelum hujan,Jadi, ceritanya, kita sama-sama saling menjaga.
Juga mari kita niatkan, liga 2007 dan seterusnya, kalau Persib kalah, kita tidak biasa bikin onar. Sebab, tidak hanya Persib yang harus juara, kita para bobotoh juga harus jadi pemenang. Juara? Tentu saja harus. Tapi menjadi juara dengan tampilan bobotoh yang perangainya ksatria, kan lebih keren?
Pokoknya, kalah terus bikin onar? Aku Tak Biasa!
No comments:
Post a Comment