Wednesday, April 18, 2007

Kang Jumadil, dan Gaji yang Terlambat.

Adalah Kang Jumadil, tokoh Beulah Jambe edisi lalu yang masygul dan hanjelu karena pemain Persib sekarang ditengarai kurang apal sejarah jaya Persib di Piala Yusuf.

Lalu, jika Kang Jumadil melihat hasil uji coba Persib lawan team Pra PON di Purwakarta yang berakhir seri, barangkali beliau malah akan menangis sesunggukkan, karena –menurut surat kabar telah bermain loyo dan kurang motivasi.

Tentu tidak semua pemain -yang secara fisik, bermain kelelahan, dan secara moral berlaga dengan motivasi yang rendah.

Namun apabila benar sang maung muyung karena fisik masih saja belum pulih setelah turnamen di Makasar, padahal galibnya pemain professional, secara fisik harusnya mereka tetap mesti lebih baik dibandingkan dengan team yang dihadapi.

Nah, kalau secara moral loyo karena konon alasan terlambat mendapat gaji, Kang Jumadil pastilah bukan lagi hanya menangis tapi malah bakal schock!

Betapa tidak,dulu jamannya perserikatan, pemain boro-boro diganjar uang ratusan juta rupiah, dapat rumah tipe 21 saja sudah alhamdulillah.

Tapi kang Jumadil lupa, sekarang jamannya beda sama dulu, lagi pula sudah ada manajemen yang punya tanggung jawab menyelesaikan hal itu. Jadi, manajemen mungkin bekerja lamban untuk mengurusnya dan ketika dana belum tersedia –karena butuh birokrasi dan persetujuan, bukan seperti kas perusahaan sendiri yang hari ini setuju besok uang mengalir, mereka tidak sigap mencari dana penyangga untuk keperluan itu.

Tapi, khusus untuk gaji, yang jumlahnya puluhan juta (mungkin ratusan?) rasanya kurang fair juga jika kita hanya menyalahkan mereka, apalagi –konon pihak yang paling sering dikritik ini tidak bergaji pantas, dan malah menomboki berbagai keperluan. Mereka bekerja karena cinta, pengabdian , dan tugas.

Pemain? Masih mending ada pengharapan bergaji lumayan –walau telat sepuluh hari.

Bobotoh, kita harus dukung terus komitmen pemain berlaga, tetapi tentunya secara kritis. Mengapa? Karena kita sayang Persib. Persib sangat berharga. Kalau mereka bermain habis-habisan –walau sampai kalah seperti di Makasar misalnya. Tapi kalau bermain tanpa motivasi…? Punten pisan…, kami kecewa.

Manajemen Persib rasanya perlu membuat session-session untuk motivation building dari para sesepuh Jabar dan ikon-ikon seperti Solichin GP, Himendra, Ateng Wahyudi, Adjat Sudrajat, Yusuf Bachtiar, Rukma, Encas,…Kang Ibing, Panglima Siliwangi.., Panglima Viking…. Agar Persib bisa terus jadi jajaten Jawa Barat, siap tandang, siap makalangan!





No comments: