Wednesday, April 18, 2007

Kartu Kuning Pertama untuk Panpel!

Karena kita semua cinta Persib, karena Persib menggunakan APBD 15M yang harus dipertanggungjawabkan dengan prestasi yang baik, dan kita juga mengetahui Persib mendapat hukuman Komdis akibat melubernya bobotoh ke dalam stadion, serta karena stadion berkapasitas besar belum dibangun, padahal pertandingan akan terus dilaksanakan di Stadion Siliwangi sampai LDI 2007 selesai, maka, dengan berat hati, kami menyampaikan hal-hal sebagai berikut:

Bobotoh, hindarkan datang ke Stadion Siliwangi kalau sebelumnya tidak memiliki tiket.

Jika tetap ingin datang, mari berlaku tertib duduk-duduk di luar, tidak mencoba masuk ke dalam stadion. Bikin saja keriaan di luar: Joget, nyanyi, dll. Teman-teman radio (Dahlia, Rama, Garuda, Paramuda) Barangkali bisa pasang sound system, dan me-relay RRI? Agar bobotoh berkumpul di depan OB Van anda.

Jika ada siaran langsung Anteve atau Lativi, instansi atau kelompok bobotoh bisa mengadakan acara nonton bareng di tempatnya.

Petugas kemanan sebaiknya diplot juga di luar semua gerbang pintu masuk, bukan hanya di dalam stadion.

Petugas keamanan mulailah merazia calo, dan investigasi, dari mana tiket mereka berasal.

Petugas keamanan tidak melihat lapang, tetapi melihat ke arah penonton.

Kepada Panpel, sudahkah hal-hal di atas dikoordinasikan? Sudahkah meminta radio mendukung panpel untuk penggunaan OB VAN nya?

Sudahkah membuat kerjasama yang solid dengan TV lokal untuk membuat dan mengoperasikan giant screen dengan lebih serius?

Sudahkah membuat laporan tertulis kepada pihak kepolisian mengenai banyaknya terjadi praktek percaloan karcis?

Sudahkah berbicara dengan komandan petugas keamanan,atau pimpinan organisasi yang bertugas pada pengamanan tiket masuk, mengenai adanya oknum anggota mereka yang membuat terjadinya tiket kriting?

Sudahkah melakukan itu?

Jangan lupa, kewajiban Panpel,seperti tertulis dalam manual liga Indonesia 2007 Bagian C, tentang penyelenggaraan pertandingan, pasal 8: Menjamin keamanan, ketertiban, kenyamanan, dan keselamatan penonton.

Seharusnya Panpel bersyukur, karena Persib selalu dicintai bobotohnya, sehingga tidak kurang penonton. Yang harus dilakukan, tinggal bagaimana mengendalikan mereka di lingkungan stadion. Bayangkan dengan team lain: Pendukungnya terbatas, yang datang ke stadion sedikit. Panitia pelaksananya pasti akan lebih pusing menghadapi situasi ini. Ingat saja dengan Sutiyoso, yang harus membagi-bagikan kaos dan atribut serta tiket masuk gratis untuk membuat pertandingan Persija ada yang menonton. Kita? Jangankan mendapat terimakasih dengan layanan kepada pembeli tiket yang telah membayar dengan harga tertinggi di Indonesia itu, eh, malah sudah masuk pun harus tetap sengsara tidak mendapat tempat duduk.

Saudara, maaf, menurut manual liga, sekali lagi, itu adalah tugas panpel, lain tidak!


No comments: